Ada Apa Ya..Proyek Infrastruktur Gedung Kuliah Poltek Bengkalis Sulit di Pantau

Ada Apa Ya..Proyek Infrastruktur Gedung Kuliah Poltek Bengkalis Sulit di Pantau

Papan Plank Proyek dan Limbah Tanah dan Lumpur Yang Telah Mengalir ke Saluran Parit Drainase

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Bengkalis yang bernilai puluhan miliar yang dikerjakan oleh PT. Putra Sakti Sampurna milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Politeknik bersumber Dana SBSN TA 2020, berlokasi di Jalan Bhatin Alam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, menjadi perbincangan dan sorotan di kalangan awak media maupun LSM.

Pasalnya, selain tidak dapat di pantau secara langsung, proyek tersebut juga terbentang jelas dalam papan plank proyek tersebut. Serta menjadi pertanyaan besar lantaran terdapat plank bertuliskan "Proyek ini didampingani oleh Kejaksaan Tinggi Riau".

Kita sudah tiga kali datang kelokasi proyek. Namun, untuk melihat seperti apa pekerjaan didalamnya kita tidak diperbolehkan masuk," cetus Isnadi Ketua LSM TOPAN-RI Kabupaten Bengkalis kepada sejumlah awak media di luar lokasi proyek.

Selanjutnya, Isnadi menyebutkan kita sudah melaporkan kepada security agar dapat melihat secara langsung seperti apa pembangunan di dalamnya. 

"Karena proyek dengan nilai triliunan saja bisa dipantau sama LSM dan media, kenapa proyek untuk pembangunan gedung politeknik Bengkalis ini tidak dapat di lihat, memangnya ada apa dengan pekerjaan itu, apa ada rahasia tertentu," sebut Isnadi dengan serius.

Karena merasa penasaran, awak media ini menuju lokasi proyek bersama rekan-rekan media dan LSM pada Kamis, 23 Juli 2020. 

Setelah sampai kelokasi, prosedur untuk melapor ke pihak security, dan hampir setengah jam menunggu jawaban security yang sudah ketemu dengan awak media sebelumnya. Setelah itu, sicurity tersebut langsung tidak muncul dan menghilang. Pada awalnya, awak media dan LSM ini sudah menjelaskan kedatangan ketempat proyek tersebut.

Kami sudah kelokasi ini pak, tapi kami juga tidak di benarkan oleh sicurity masuk kelokasi yang sedang dikerjakan. 

"Tetapi dari pihak perwakilan perusahaan atau dari pengawas kontraktor pelaksana Mukhtar menjumpai kami dan menyarankan untuk ketemu besok pada Kamis 23 Juli 2020. Setelah kita hubungi sampai pukul 16.00 WIB sore via Phone nya ternyata tidak aktif. makanya kita kembali kelokasi proyek ini," ucap Isnadi, Jumat (24/7/2020).

Beberapa jam kemudian, kami coba menghubunginya lagi, dan mendapat jawaban darinya (Mukhtar-red), ia mengatakan, saya lagi di jalan pak, menuju ke Bangkinang, kata Mukhtar pengawas proyek tersebut.

"Terkait tidak dibenarkannya pihak media dan LSM masuk kedalam lokasi proyek yang sedang berjalan itu perintah Direksi pak," ucap Mukhtar dengan singkat.

Sementara itu, pantauan dari luar lokasi pekerjaan proyek politeknik tersebut, terlihat sedang melakukan penggalian tanah menggunakan Bor dan keluar masuk mobil Batching Plant. 

Pada pembuangan limbah galian tanah dan lumpur tanah itu di luar kawasan proyek mengalir memasuki ke saluran drainase parit beton, sehingga saluran parit tersebut di penuhi limbah dan lumpur tanah.

Sebelumnya juga, kami juga sudah memberitahukan secara lisan kepada pengawas kontraktor pelaksana (Mukhtar-red) mengenai limbah atau lumpur tanah bekas pekerjaan proyek tersebut yang mengalir ke saluran parit drainase agar segera di bersihkan. 

Menginggat saat ini datangnya musim penghujan. Namun, sampai saat ini tidak juga kunjung di bersihkan.

"Sayang sekali, pembangunan saluran parit drainase yang dibangun beberapa tahun yang lalu dari pemerintah Kabupaten Bengkalis yang telah menggunakan dana APBD hanya tempat pembuangan limbah tanah dan lumpur tanah dari pekerjaan proyek tersebut," tutup Isnadi.
 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :