Beberapa Pohon di Desa Senggoro Membahayakan ke Pengguna Jalan Raya

Beberapa Pohon di Desa Senggoro Membahayakan ke Pengguna Jalan Raya

Pada umumnya, penghijauan mengacu pada bentuk kegiatan yang dipahami masyarakat luas sebagai pelaksanaan aksi penanaman pohon. Penghijauan juga merupakan salah satu upaya yang banyak dilakukan masyarakat, sebagai jalan untuk menangani krisis lingkungan, termasuk untuk mengurangi tingkat pemanasan global khususnya di Kabupaten Bengkalis.

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - penghijauan yang mengantarkan lingkungan di sekitar agar lebih mendapatkan banyak manfaat karena pohon merupakan sebuah makhluk hidup yang menumbuhkan beribu rezeki.

Lain halnya, sebatang Pohon yang berada di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis. tepatnya Rt 05, Rw 02, Dusun 4 Desa Senggoro, yang selama ini berdiri kokoh, dan saat ini terlihat condong mengarahkan ke badan jalan.

Belum diketahui penyebab pasti pohon tersebut seakan-akan hendak mau tumbang. Apakah disebabkan terpaan hembusan angin atau sebagainya, yang pasti jika kondisi pohon tersebut dibiarkan begitu saja bisa sangat dikhawatirkan dan akan mengganggu pengguna jalan raya.

Dari pantauan ranahriau.com dilapangan, di Tempat Kejadian Perkara (TKP), terlihat sudah ada tanda-tanda pelapukan (rapuh). Kondisi akar pohon yang rindang itu hampir ada yang keluar dari permukaan tanah. Hal ini terlihat disekitar batang pohon itu sudah ada tanah yang merekah. Tidak hanya itu saja, di celah-celah dan dari sudut tanah yang merekah tersebut juga terlihat ada sekumpulan Serangga (hama) atau Ulat pohon yang mematikan di bagian pangkal pohon.

Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, Suryanto (Pemilik Bengkel Las) yang berdekatan dengan pohon tersebut mengatakan, bahwa selama ini pohon itu berdiri tegak dan tidak condong, kondisi miring pohon tersebut baru terlihat mulai pada Senin malam 8 Juni 2020, kami tidak berani untuk menebangnya, karena pohon itu berada sisi di jalan poros.

"Selain besarnya batang pohon, kami masyarakat di sini sangat khawatir kalau ditebang dengan peralatan ala kadarnya (manual) tentu akan memakan waktu lama dan menimbulkan mengganggu kepada pengguna jalan raya," sebut Suryanto kepada ranahriau.com, Rabu, (10/6/2020).

Senada yang dikatakan salah seorang Tokoh Muda Desa Senggoro Samsul Zahir, SE, menuturkan sudah selayaknya dilakukan penebangan sebelum pohon benar-benar tumbang ke badan jalan. Kapan saja pohon tersebut bisa tumbang dengan sendirinya.

"Jika ini terjadi tentu akan mengganggu pengguna jalan raya, atau berakibat fatal dan menimpa ke pengguna jalan yang melintas," ucap Samsul Zahir, SE dengan penuh kekwatirannya.

Lanjutnya lagi, sambung Samsul Zahir, SE menyampaikan, bertepatan di Rt 02, Rw 04, Dusun 2 Desa Senggoro, di persimpangan empat lampu merah di samping Masjid Al'Mubaraq, juga terjadi dari batang pohon atau dahan pohon sudah menutupi lampu trafik light, sehingga pengguna jalan raya roda dua dan roda empat tidak dapat melihat lampu tersebut, karena sudah di tutupi dari daun pohon.

"Hal ini juga, sangat butuh perhatian dari Pemerintah Desa (Pemdes) atau pun dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan secepatnya di atasi. Kedepan, agar tidak terjadinya laka lantas sesama pengguna jalan raya," pinta Samsul Zahir, SE seorang Tokoh Muda Desa Senggoro, dan juga yang aktif di segala bidang aktifitas di Masjid.

 

 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :