Membutuhkan Uluran Tangan

Pandemi COVID-19, Seorang Ibu Empat Orang Anak Kondisinya Memprihatinkan

Pandemi COVID-19, Seorang Ibu Empat Orang Anak Kondisinya Memprihatinkan

Kondisi Rumah Ibu Zuraida di Jalan Barok Rt 002, Rw 007 Desa Deluk, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Dampaknya pandemi virus corona atau Covid-19, yang di alami beberapa bulan ini telah membuat masyarakat menurunnya ekonomi yang sangat drastis pada kehidupan sehari-hari.

Sebuah rumah gubuk, beratapkan daun Rumbia, berlantai papan, berdinding separuh papan dan daun Rumbia, Ibu Zuraida (55) tahun, seorang Ibu dengan empat orang anak, warga di Jalan Barok, Rt 002 Rw 007 Desa Deluk, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, kondisinya sangat memprihatinkan.

Dari ceritanya, bahwa Ibu dari empat orang anak itu jauh sebelumnya ditinggalkan oleh suaminya (Meninggal dunia) bernama Ibrahim (Almarhum).

Dan setelah beberapa tahun kemudian, Ibu tersebut menikah dengan seorang pria yang bernama (suami) Jefri, yang pada saat ini lagi bekerja di Malaysia. Namun, suami Ibu Zuraida itu, sudah delapan tahun tidak kunjung pulang tanpa berita.

Ketika ranahriau.com dilapangan, Ibu Zuraida berjuang hidup untuk anak-anaknya sebagai seorang pekerja pemotong karet dan mengambil upah dari kebun milik warga di Desa Deluk tersebut.

Kondisi dari Ibu Zuraida ini tidak membuat dari Ibu empat orang anak putus asa untuk menjalani hidup dengan keterbatasan yang ada dan makan apa adanya.

Diketahui, kondisi yang dialami Ibu Zuraida ini, tidak pernah sama sekali tersentuh dari perhatian Pemerintah Desa mau pun Pemerintah Daerah Kabupaten, dalam berupa membantu masyarakat miskin.

"Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM PERKARA) Kabupaten Bengkalis, Jekson Hunter kepada ranahriau.com menuturkan, mengaku memutarkan akal fikiran bagaimana cara meneruskan hidup, meski harus berjuang sendiri tanpa suami," kata Ketua LSM PERKARA, Minggu, (10/5/2020).

kata Jekson lagi, tetangga saya ini selain menanggung dari empat orang anaknya, yang sangat menyedihkan yaitu, rumahnya sangat memperihatikan dan sudah satu tahun setengah, Ibu ini dan anak-anaknya pada malam harinya mengunakan cahaya lampu Pelita, tanpa ada penerangan cahaya lampu lainnya.

Dan kalau kita lihat Ibu tersebut tiada hentinya berjuang untuk anak-anaknya menjalani hidup sampai sekarang ini. Luasnya pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, semoga ada perhatian dari Pemerintah Desa atau pun Pemerintah Kabupaten Bengkalis agar punya perhatian terhadap kehidupan Ibu Zuraida," harap Ketua LSM PERKARA.


 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :