Pandemi COVID-19, Pengusaha Jahit di Bengkalis Mengalami Penurunan Omset

Pandemi COVID-19, Pengusaha Jahit di Bengkalis Mengalami Penurunan Omset

Kondisi Kedai Jahit di Salah Satu di Pasar Sungai Arang Bengkalis

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa usaha mengalami penurunan produksi, salah satunya usaha jahit pakaian di Pasar Sungai Arang, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Kamis, (16/4/20).

Luasnya penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Termasuk juga berpengaruh terhadap omset pendapatan para tukang jahit di Kota Bengkalis. Dengan rasa takut warga beraktivitas di luar rumah menjadi faktor omset penjahit di kota Bengkalis terus menurun.

Aprianto salah satu penjahit di Kota Bengkalis mengatakan, hampir sebulan terakhir ini omset pendapatannya menurun drastis akibat adanya pandemi COVID-19, yang telah melanda seluruh dunia bahkan imbasnya setiap Kabupaten.

"Menurutnya, turunnya pendapatan para tukang jahit lantaran sepinya pelanggan yang datang akibat adanya pandemi ini," sebut Aprianto yang akrab disapa Ap, saat dikonfirmasi pewarta ranahriau.com di Bengkalis.

Kebanyakan, lanjut Aprianto, pelanggan yang biasanya datang dari orang tua siswa siswi PAUD, SD, SMP, SMA sederajat, Mahasiswa, ASN dan ada juga dari kalangan pengusaha yang datang untuk menempah atau menjahit pakaiannya.

"Apalagi saat sekarang ini, biasanya sebelum menyambut bulan suci Ramadhan sudah banyak tempahan (orderan) pakaian yang kami terima, berupa tempahan baju busana muslim untuk dipakai pada hari raya Idul Fitri, tetapi sampai sekarang ini belum ada," keluhannya.

Hal itu, membuat putra kelahiran Bengkalis dengan satu istri dan dua orang anak ini tetap melanjutkan usaha ini.

Pada saat ini, lanjutnya, menerima order pembuatan masker, itu pun jika ada pesanan dari pelanggan. Agar usaha jahitnya tetap berjalan, dan dapat penghasilan walaupun berpenghasilan tidak seperti biasanya.

Dia pun berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir. 

"agar masyarakat bisa kembali bekerja dan ada pergerakan ekonomi secara normal," pungkasnya.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :