DPD RI Dukung GTKHNK 35+ Diangkat Jadi PNS

Mau Dibawa Kemana Nasib Guru Honorer Kita

Mau Dibawa Kemana Nasib Guru Honorer Kita

JAKARTA, ranahriau.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendukung penuh terhadap perjuangan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori usia 35 tahun (GTKHNK 35+) se Indonesia untuk diangkat statusnya menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Hal tersebut tertuang dalam surat rekomendasi DPD RI kepada Presiden RI, usai pertemuan beberapa orang perwakilan GTKHNK 35+ se Riau, bersama Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, Kamis (20/2/20).

Dalam pertemuan yang di prakarsai oleh Anggota DPD RI asal Riau Edwin Pratama Putra itu, para Guru Honorer menceritakan bagaimana nasib mereka selama ini. Mulai dari pengabdian yang sudah diatas 5 tahun hingga masalah kelayakan gaji yang diterima.

"Aspirasi para guru honorer dan tenaga pendidikan ini harus kita perjuangkan. Bahkan dari mereka sudah ada yang mengabdi hingga belasan tahun. Rasanya sangat layak untuk diprioritaskan diangkat menjadi PNS. Dan saya pribadi juga mengirimkan surat rekomendasi sebagai bentuk dukungan perjuangan GTKHNK," kata Edwin, usai pertemuan.

Adapun poin-poin yang menjadi rekomendasi Anggota DPD RI kepada Presiden RI, diantaranya yakni mendukung kebijakan Presiden RI untuk mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait penyelesaian masalah Guru dan Tenaga Kependidikan yang usia diatas 35 tahun diangkat menjadi PNS tanpa tes.

Kemudian mendukung pembayaran Honororium Tenaga Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan dengan standar UMR yang berlaku, dan dibayarkan setiap bulannya dari pembiayaannya dibebankan kepada APBN.

"Saya minta doa masyarakat semua, agar perjuangan guru-guru honorer ini berbuah manis oleh Pemerintah Pusat," singkat Edwin.

Tepat dihari yang sama, sebelumnya ribuan Guru yang tergabung dalam GTKHNK 35+ se Indonesia mengadakan Rakornas di Grand Ballroom Lt.10-ICC Kemayoran Jakarta.

Salah seorang peserta Rakornas GTKHNK 35+, Abdurrahim, asal Kabupaten Kampar - Riau, menjelaskan nasib yang dialaminya dan rekan seprofesi Guru Honorer saat ini sudah sangat memprihatinkan. Selain pengabdian yang sudah bertahun-tahun, selama ini juga mereka rata-rata digaji hanya Rp 150 ribu - Rp 300 ribu tiap bulannya. (Nof)

Editor : Ahnof
Komentar Via Facebook :