Aktivis KAHMI: Hindari Chaos, Sebaiknya Jokowi Teken Perpu
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM-Tuntutan perbaikan bangsa dari kaum muda dan mahasiswa makin deras ditanah air. Sampai hari ini, Senin (30/9) massa aksi di ibu kota jakarta terlihat massif, begitu pula propinsi propinsi seluruh indonesia.
Merespons dinamika politik yang makin tajam, aktivis KAHMI nasional DR.Elviriadi menurunkan analisis menarik, Pengurus Majelis Nasional KAHMI itu menilai, situasi politik indonesia saat ini sudah klimaks. Polemik Rancangan Sejumlah Undang Undang dan Undang Undang KPK hanyalah potret buram kenegaraan dan kebangsaan. "Polemik RUU Pertanahan, RUU KUHP, dan UU KPK itu hanya klimaks, tatanan politik dan kenegaraan kita sudah tanpa pegangan," katanya.
Dosen yang juga mantan aktivis 98 itu menyarankan agar elit politik segera introspeksi. Dia menilai, suasana kebangsaan bisa mengarah kepada chaos, konflik horizontal, dan NKRI bisa cedera berat. "Saya pikir saatnya para elit politik nasional introspeksi. Dukung Pak Jokowi keluarkan Perpu terhadap UU KPK. Kalau tetap pragmatis-materialistis, rakyat dan elemen bangsa akan chaos, bentrokan dimana mana", tegasnya.
Pria yang akrab disapa Bung Elv itu menambahkan, saat ini kelas menengah intelektual mulai bangkit. "Lihatlah, akademisi UGM, IPB, UI, dan serata negeri sudah bersuara, Soeharto jatuh ketika kaum menengah yang tergabung di ICMI menggeliat", kenangnya.
Dia menilai upaya kooptasi kekuasaan dengan memanfaatkan Kemenristek Dikti akan sia sia. "Saya fikir upaya upaya kooptasi atau soft approach terhadap kelompok kritis hanya blunder, lebih bagus berlapang dada merendah hati. Mari pertontonkan jiwa kenegarawanan, Papua sudah genting, nanti jadi preseden di tempat lain. Tensi politik harus diredakan melalui sikap sikap arif dan eskapisme politik", pungkas alumni UKM Malaysia ini.


Komentar Via Facebook :