Alfitra Kembali Dipanggil Penyidik Polres Kuansing, Untuk Dimintai Keterangan

Alfitra Kembali Dipanggil Penyidik Polres Kuansing, Untuk Dimintai Keterangan

Photo : Muhammad Irfan, SH

TELUK KUANTAN, RANAHRIAU.COM - Besok Senin (16/9) Alfitra Arianto Akan hadir untuk memenuhi panggilan penyidik polres Kuansing, yang kedua kalinya Untuk  memberikan Keterangan lanjutan terkait kasus pengeroyokan terhadap dirinya beberapa waktu yang lalu.

Kuasa hukum Alfitra (Korban), Muhammad Irfan, SH Minggu (15/9/2019) malam, mengatakan kasus pengeroyokan terhadap kliennya Alfitra Arianto itu masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Kuansing. "Besok pagi sekitar pukul  09.00 wib Alfitra akan kembali memenuhi panggilan penyidik polres Kuansing, untuk memberikan keterangan lanjutan," ujar Irfan.

"Ya sekedar informasi, yang jelas pihak kepolisian tidak mau gegabah, sekarang masih lidik, Perkembangan terahir penyidik sedang mendalami rekaman cctv dan Sebagian terduga pelaku sudah diketahui identitas dan alamatnya, Saksi-saksi pun sudah di periksa," terang Irfan.

Namun irfan meminta kepada pihak kepolisian terutama penyidik dalam penanganan kasus yang menimpa kliennya agar cepat melakukan penetapan tersangka serta melakukan penahanan, pasalnya laporan yang kami buat sudah beberapa hari berselang.

Sebagaimana dalam laporan LP / 95/IX/2019/RIAU/SPKT/ RES KUANSING, TGL 11 SEPTEMBER 2019. Alfitra alias Alfitra Salam (korban.red) telah melaporkan pelaku pengeroyokan melalui kuasa hukum nya M.Irfan.SH ke Polres Kuansing pada Rabu, (11/09/2019) Pukul 20.00 WIB.

"Kita meminta pihak kepolisan untuk segera mengungkap pelaku tindak pidana pengeroyokan yang dialami Alfitra, Karena saksi-saksi sudah diperiksa, hasil visum et repertum (VR) juga sudah, dan Bukti petunjuk rekaman cctv sudah ada, dan jelas dalam rekaman cctv, sangat nyata wajah dan peran masing masing diduga pelaku pengeroyokan terhadap klien kami, jadi nunggu apa lagi," Cetus  Irfan

Irfan Menambahkan, Pelaku pengeroyokan terhadap kliennya tersebut bisa diancam dengan Pasal 170 KUHP “Barang siapa dengan terang-terangan dan secara bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan," tutup Irfan

Seperti dikutip ranahriau.com dari pondasi.id bahwa Kasat Reskrim Polres Kuansing, AKP. Andi Cakra Putra, SIK menjelaskan terkait kasus yang menimpa Alfitra Arianto oleh terlapor masih dalam tahap lidik.

"Kami masih melalukan lidik dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi dilapangan, Kami masih melengkapi semua saksi dan alat bukti," Ujar Cakra Singkat

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :