PJ Kades Seberang Sungai Dirampok, Rp.190 Juta Dana Desa Raib

PJ Kades Seberang Sungai Dirampok, Rp.190 Juta Dana Desa Raib

TELUK KUANTAN, RANAHRIAU.COM - Aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil terjadi di Kuantan Singingi, Riau. Seorang Penjabat (PJ) kepala desa Seberang Sungai, Sihandri, dirampok usai mengambil uang di Bank Riau. Akibat kejadian ini uang Rp 190 juta untuk Kegiatan pembangunan desa raib.

Perampokan terjadi sekitar pukul 10.30 Wib pagi tadi, di Lingkungan SMA Negeri 1 Gunung Toar, tepatnya di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Korbannya adalah Sihandri, Penjabat Kepala desa Seberang Sungai

Kapolsek Kuantan mudik, AKP Afrizal SH MSi membenarkan bahwa telah terjadi Curat Pecah kaca di wilayah hukum Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuansing, pagi tadi, terhadap seorang PJ Kades desa Seberang sungai, Kecamatan Gunung Toar atas nama Sihandri.              

Diterangkan Kapolsek, Sihandri  berhenti di SMAN 1 Gunung Toar untuk menjumpai guru di SMA 1 gunung Toar,  tidak lama kemudian sekitar 5 menit Sihandri melihat keluar ke arah mobil yang diparkir dan dia melihat ada pengendara sepeda motor besar yang mencurigakan, menggunakan jaket dan helm dari arah dekat mobil korban terparkir.                         

Melihat adanya yang mencurigakan tersebut, korban langsung melihat mobilnya dan kemudian dijumpai kaca mobil Inova dengan BM 1096 KN sebelah kiri bagian tengah telah Pecah.

Uang dana desa sebesar  Rp.190 Juta yang baru diambil dari Bank Riau yang diletakan didalam Tas ransel warna hitam dengan merk UGM (Universitas Gajah Mada ) yang diletakan di bangku belakang mobil sudah raib.

Terkait kejadian tersebut, Korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kanit Reskrim Polsek Kuantan Mudik Aiptu, Khainur Rasyid, SH.

Saat ini Korban masih dimintai keterangan, Terkait dengan kejadian ini pelaku masih dalam penyidikan Polisi

Kapolsek Kuantan Mudik AKP Afrizal SH, M.Si menghimbau, kepada Semua kades yang akan melakukan pencarian dana yang cukup besar, agar meminta untuk melakukan pengawalan polisi tanpa pungutan biaya alias gratis, demi keamanan dan kenyamanan dalam proses pencarian dana desa.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :