Telusur Anggaran Milyaran Sampah

Dana Milyaran, Sampah Masih Berserakan

Dana Milyaran, Sampah Masih Berserakan

Tidak sedikit, dari data yang diperoleh ranahriau.com, dana yang digelontorkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota pekanbaru, tahun anggaran 2018 untuk operasional tempat pembuangan akhir sampah sebesar 7 Milyar lebih.

Ditambah dengan peningkatan operasi dan pemeliharaan sarana prasarana persampahan sebesar 2 Milyar lebih.

Dari besaran anggaran tersebut, Setelah di telusuri, didapat tidak ada perubahan yang berarti. khususnya pada pemeliharaan  sarana dan prasarana persampahan.

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Ir. Nofrizal, MM, Angkat bicara.

Soal Sampah, Kata dia, memang sudah menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya dalam tata kelola sampah hingga saat ini masih menjadi polemik, sehingga harus didudukan secara tepat.

"Sampah ini selalu menjadi polemik, permasalahan sampah ini harus didudukkan secara tepat. Jangan ada lagi pihak yang melempar bola terkait masalah sampah ini, sementara Kita tidak tahu kendalanya dimana, sehingga masalah sampah ini belum selesai." Paparnya kepada pewarta ranahriau.com, Kamis (8/8/2019) di Pekanbaru.

Politis PAN inipun menyambung soal besaran anggaran hingga miliaran rupiah tersebut, Dirinya mengatakan, jika alokasi anggaran yang sudah di belanjakan itu dapat dibuktikan tidak ada peningkatan, maka dapat dipastikan kerja dari dinas terkait tidak maksimal.

"Kita harus melihat anggaran itu secara komprehensif, jangan sepotong-sepotong. Terjadi peningkatan atau tidak, kalo tidak terjadi berarti tidak maksimal kerjanya," Katanya.

ia menambahkan, untuk mendalami peruntukan anggaran itu harus dilihat dari bentuk bentuk kegiatannya, jika memang ada penyelewengan tentu akan ditindak.

"Kita harus melihat apa saja kegiatan tersebut, apakah sesuai dengan mata anggaran atau tidak, kan banyak jenis mata anggaran seperti fisik, kajian, presentasi. Kalo memang ada terjadi penyelewengan ya kita lihat nantilah itu, kan ada pihak yang berwenang." Tegasnya.

sementara, hingga berita ini ditayangkan, Kepala dinas terkait sulit dihubungi dan ditemui dengan alasan sedang sakit.

sebagaimana disampaikan pada berita sebelumnya, Dr. Elviriadi, pakar lingkungan hidup Riau ini geram. Pasalnya dari besarnya anggaran itu tidak dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

menurutnya, ada beberapa point penting, Pertama, pengadaan tempat sampah atau sarana dan prasarana sampah yang belum memadai atau sangat minim sekali. 

Kedua, Harus clear dengan pihak ketiga Terkait distribusi sampah hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Yang terakhir harus bisa mengolah sampah dengan prinsip 3R (Reuse, Reduce dan Recycle).

Elviriadi mengatakan, "Tidak ada terobosan ataupun inovasi sedikitpun yang dilakukan oleh pemko terkait permalasahan sampah ini." Ujarnya

Lebih lanjut katanya, "Kalau memang anggaran itu ada, harusnya sudah ada tempat-tempat sampah baru yang terpasang di jalan-jalan terutama di jalan protokol yang bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Tapi yang kita lihat kan tidak ada. Kalau begini berarti tidak ada komitmen dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah sampah ini" Ungkapnya. 

Terakhir dia sampaikan, "Saya mendesak Kepada Pemko dan DPRD kota pekanbaru Supaya mengkonkritkan dana yg 4 miliar dan 6 miliar tersebut supaya bisa dirasakan oleh masyarakat." Ucap Elviriadi yang juga ketua Majelis Lingkungan Hidup PW. Muhammadiyah Riau.

"Tahun ke tahun banjir akibat sampah. Bahkan sudah ada yang meninggal. Sampah saja sudah menelan korban jiwa, bagaimana bisa kita bilang bahwa sampah ini sudah terkelola dengan baik, " Tutupnya

 

 

Editor : Muhammad Saleh
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :