KPK Lambat Tuntaskan Suap Pengesahan APBD Riau

KPK Lambat Tuntaskan Suap Pengesahan APBD Riau

 PEKANBARU, RanahRiau.com - Puluhan saksi sudah dipanggil dan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pengesahan APBD Riau. Namun sayangnya sampai saat ini hasil kerja lembaga antirasuah tersebut tak menunjukkan perkembangan berarti. Mentok di dua tersangka, Gubernur Riau diberhentikan sementara Annas Maamun dan mantan anggota DPRD Riau Ahmad Kirjauhari.

Padahal kedunya ditetapkan sebagai tersangka tepat delapan bulan silam, yakni pada Selasa, 20 Januari 2015 lalu. Selama kurun waktu tersebut sudah puluhan saksi dipanggil dan diperiksa KPK, baik pejabat Pemprov maupun pimpinan dan anggota DPRD Riau, hanya saja tak kunjung juga ada kepastian kapan kasus tersebut dilimpahkan ke penuntutan. KPK masih misterius terkait progress kasus tersebut.

Kondisi tersebut dirasakan sebagai ‘teror’ berkepanjangan bagi sejumlah saksi yang telah dipanggil dan diperiksa KPK. Mereka mengharapkan kasus ini segera tuntas dan ada kepastian siapa saja yang tidak bersalah. Sebab, meskipun sekedar berstatus saksi, namun mereka merasa banyak masyarakat yang mempersalahkan mereka. Beranggapan turut terlibat kasus rasuah tersebut.

“Terus terang saya kecewa dengan KPK. Terlalu lambat menuntaskan kasus dugaan suap mengesahan APBD. Kondisi ini menyiksa membuat saya seperti terteror. Tidak hanya saya, tapi juga keluarga saya,” keluh seorang anggota DPRD Riau yang merupakan salah seorang dari puluhan saksi yang telah diperiksa KPK dalam kasus suap pengesahan APBD kepada riauterkinicom di Pekanbaru, Kamis (20/8/15).

Menurut wakil rakyat yang sejak berita pemeriksaan dirinya sebagai saksi oleh KPK diekspose media massa, mengurangi aktifitas politiknya tersebut, dirinya merasa terbelenggu dengan tudingan bersalah masyarakat .

“Ke mana-mana saya selalu ditanya masyarakat terkait kasus tersebut. Meskipun saya jawab kalau tidak terlibat, tetapi mereka sepertinya tetap curiga. Ini menyiksa perasaan saya,” getirnya.

Menurutnya, situasi ‘teror’ batin tersebut juga dirasakan istri dan keluarganya. Mereka juga sering ditanya terkait dugaan keterlibatan dirinya pada kasus tersebut.

Karena itu, politisi muda tersebut sangat berharap KPK secepatnya menuntaskan kasus tersebut. Segera melimpahkan berkas ke penuntutan. Dengan demikian, semua jelas. Siapa yang salah dihukum dan yang tidak terlibat bisa terbebas dari pandangan curiga masyarakat.

“Apa lagi yang ditunggu KPK. Saksi sudah puluhan yang diperiksa. Ada saksi yang sudah mengembalikan uang suap. Ada juga pejabat yang mengakui diperintah atasannya mengumpulkan uang suap. Saya pikir semua sudah jelas siapa yang salah. Segera saja dituntaskan, agar tak terus menjadi beban bagi kami yang diperiksa sebagai saksi,” pintanya.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :