Tak Hanya Proyek Tiga Pilar, Gedung SD Juga Terlantar Di Kuansing
Gedung SD Di Desa Seberang Sungai Yang Tidak Difungsikan
Masih banyaknya ditemukan Fasilitas umum yang menelan besarnya anggaran di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) belum difungsikan dan tidak terpelihara dengan baik. Tidak hanya Pembangunan Tiga Pilar, Gedung Sekolah Dasar pun juga ikut terlantar setelah selesai dibangun 5 tahun silam.
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Meskipun banyak pihak menghendaki segera berfungsi, namun bangunan Gedung SD yang terletak di desa Seberang sungai, Kecamatan Gunung Toar, yang dibangun di masa pemerintahan Bupati Sukarmis tersebut, hingga kini belum pernah difungsikan.

Mantan Kepala desa Seberang sungai, Yurzaldi ketika dikonfirmasi ranahriau.com Kamis (1/8/2019) malam. Mengaku, bangunan Gedung Sekolah Dasar tersebut mulai dibangun sekitar 2014 silam, Selesai dibangun pada tahun 2015 pada masa pemerintahan Bupati H. Sukarmis.
Parahnya, Sambung dia, hingga kini masih terlantar dan tidak terawat karena belum pernah difungsikan.
" Ya, Sejak selesainya dibangun pada tahun 2015 silam, hingga kini masih terlantar dan tidak terpelihara dengan baik. Lagipula sebagian dari bangunan Gedung SD tersebut masih perlu dibenahi Soalnya sudah banyak yang rusak, seperti kaca jendela sudah pecah, begitu pula plafon," paparnya.
Masih dijelaskan lagi, Rusaknya Fasilitas yang ada tersebut, memang hanya karena tidak difungsikan saja.
"Kalau gedung SD tersebut difungsikan, otomatis masyarakat akan merasa memiliki dan saling menjaga fasilitas tersebut," ulasnya.
Dikatakan Yurzaldi, Sekolah tersebut memang di usulkan oleh masyarakat desa Seberang sungai pasca desa tersebut dimekarkan.
"Kita sangat menyayangkan bahwa pembangunan yang menelan besarnya anggaran daerah tersebut tidak difungsikan. Ini merupakan kegiatan yang sangat mubazir", ujarnya
Yang menjadi kendala sehingga tidak difungsikan sekolah tersebut, Kata Yurzaldi, karena dari tahun 2015 hingga 2017 Sarana prasarana sekolah, Seperti Kursi, meja belajar, maupun papan tulis belum ada sama sekali, sehingga murid disini belajar di SD desa Pulau Rumput.
Kemudian pada tahun 2017 barulah adanya pengadaan Sarana prasarana tersebut.
Saat ini, tambahnya, Kursi dan meja belajar hampir semuanya rusak dan tidak dapat digunakan.
Dirinya berharap, Sekolah tersebut dapat difungsikan secepatnya.
"Ya, Sayang gedung sekolah yang dibangun oleh pemerintah tidak kita fungsikan, Semoga tahun ini dapat difungsikan, walaupun sebagai sekolah kelas jauh", tandas Yurzaldi
Sementara kepala dinas pendidikan Kuantan Singingi, Jufirman melalui Kepala bidang Disdik Banjirman, S.Pd, MM ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan bahwa memang sekolah SD di desa Seberang sungai, Kecamatan Gunung Toar, tersebut, mulai selesainya dibangun pada tahun 2015 yang lalu, hingga saat ini belum pernah difungsikan sebagaimana peruntukannya.
Kendati demikian, Setelah selesai dibangun, Pihaknya sudah meminta kepada pemerintahan Desa seberang sungai, untuk dapat memfungsikan bangunan tersebut. Namun hal itu tidak di indahkan.
"Ya, Tahun 2016 yang lalu, kita sudah meminta kepada Kepala Desa seberang sungai, untuk memusyawarahkan, supaya sekolah tersebut difungsikan, namun tidak diindahkan", cetusnya
Selain itu, lanjut dia, Karena Tidak dilaksanakan musyawarah bersama wali murid, belum lama ini pihaknya telah memanggil Kepala sekolah SD Pulau Rumput, dan meminta untuk memanggil semua wali murid untuk mendiskusikan, supaya bangunan Gedung SD di desa Seberang sungai difungsikan sebagai sekolah kelas jauh, dan semua siswa yang berasal dari desa seberang sungai, dapat belajar di sekolah tersebut, pungkasnya


Komentar Via Facebook :