Training of Trainer Dikdasmen Riau

Saidul Amin: Jangan sembarangan rekrut guru

Saidul Amin: Jangan sembarangan rekrut guru

Para peserta sedang mengikuti materi

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM-  Untuk memperkuat kedudukan dan fungsi matapelajaran Al-Islam, Kemuhamadiyahan dan Bahasa Arab (ISMUBA) sebagai ciri khusus dan keunggulan di sekolah Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau menggelar Training dan trainer (TOT) sejak  tanggal 26-28 Juli 2019 di Wisma jalur Kota Pekanbaru.

Menurut ketua Panitia, Jabarullah, dalam pelatihan tersebut, sebanyak 50 orang peserta dari seluruh kepala sekolah/wakil kepala bidang Ismuba dan perwakilan guru ISMUBA sekolah menengah Muhammadiyah dan para pimpinan majelis Dikdasmen Daerah Muhammadiyah se Riau.

"Dalam kesempatan ini , selain dari mengimplentasikan disekolah masing-masing, para peserta juga  akan menjadi master trainer Majelis Dikdasmen di bidang ISMUBA, yang nantinya akan menjadi tim instruktur dalam pembekalan berikutnya ditingkat daerah-daerah, khususnya bagi guru-guru SD/MI dan SMP/MTs Muhammadiyah", ujarnya.

Sementara itu, dalam Kata sambutannya, DR. Saidul Amin, MA, selaku ketua PW Muhammadiyah Riau menegaskan, bahwa  harapan umat Islam selama ini kepada sekolah Muhammadiyah untuk dapat mendidik generasi muda islam yang cerdas dan shalih. "Ini menjadi tantangan bagi sekolah Muhammadiyah untuk mampu memberikan pelayanan pendidikan Islam yang modern, bermutu dan berkeunggulan, oleh karena itu, harus ada perhatian khusus dari sekolah/Madrasah Muhammadiyah dibidang pelatihan ini, untuk itu kami instruksikan kepada kepala sekolah harus memberikan perhatian khusus kepada para guru-guru ISMUBA di sekolah/madrasah Muhammadiyah, baik dalam hal pembinaan maupun kesejahteraanya", ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, menurut Saidul Amin,  pendidikan ISMUBA memiliki kedudukan yang sangat sentral sebagai ciri khusus dan keunggulan, "itulah sebabnya peran guru Muhammadiyah sangat penting diperhatikan secara khsusus pula. karena mereka adalah ibarat duta persyarikatan sekaligus miniaturenya Muhammadiyah disekolah. Tanpa guru ISMUBA maka sekolah muhammadiyah tidak ada bernilai khusus dan hilanglah keunggulannya. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang guru Ismuba jangan sembarangan rekrut akan tetapi, juga memiliki komitmen dan loyalitas tinggi terhadap persyarikatan, dimana semangat dan jiwa hidup matinya untuk Muhammadiyah sehingga semangat itupun akan melekat pada siswa-siswi yang akan menjadi kader penerus persyarikatan Muhammadiyah", ungkapnya.

Selanjutnya Ketua Majelis Dikdasmen PWM Riau, Ir Indra Hasan, MT menyampaikan bahwa Kegiatan TOT ini merupakan tindak lanjut dari TOT Nasional yang dilaksanakan tahun 2018, adapun pemateri TOT ISMUBA se Riau  ini akan disampaikan sepenuhnya oleh tim instruktur nasional dari Yogyakarta yang juga merupakan tim perumus dari kurikulum ISMUBA 2017, Antara lain DR Suardi, Bagus Mustakim, MPd, Drs Suardi Syam, MA dan lain-lain.  

Adapun materi yang disampaikan terdiri dari Pengembangan kurikulum ISMUBA (analisis SK-KD dan materi, pengembangan strategi Pembelajaran ISMUBA aktif, penyusunan perangkat pembelajaran (RPP), Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar, pemanfaatan buku teks ISMUBA dan praktik pembelajaran mikro (micro teaching).

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :