Roket Terkuat Dunia Saturn V, Lesatkan Manusia Ke Bulan

Roket Terkuat Dunia Saturn V, Lesatkan Manusia Ke Bulan

JAKARTA, RANAHRIAU.COM - Tepat 50 tahun lalu, pada 16 Juli 1969, Nasa mencatatkan sejarah dengan melakukan peluncuran Apollo di Launch Pad 39A di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Saat itu, dunia menyaksikan peluncuran roket terkuat sepanjang dunia antariksa yang mampu membawa manusia ke Bulan.

Ia adalah Saturn V. Patut diketahui, "V" pada namanya merupakan angka "5" dalam penomoran romawi, mirip dengan cara baca iPhone X. Untuk mengetahui seberapa kuat roket tersebut, mari kita bahas soal ukurannya terlebih dahulu.

Saturn V memiliki tinggi 111 meter, yang membuatnya kurang lebih setara bangunan dengan 36 lantai. Sedangkan bobotnya mencapai 2,8 juta kilogram, atau sekitar 400 ekor gajah. Lebih lanjut, bahan bakar yang digunakan Saturn V dalam misi Apollo 11 ini disebut mampu digunakan sebuah mobil untuk mengitari dunia sebanyak 800 kali.

Saat diluncurkan, ia mampu menghasilkan daya dorong sebesar 34,5 juta newton. Angka tersebut lebih besar dari 85 kali daya yang dihasilkan oleh Bendungan Hoover. Itu merupakan bendungan di Amerika Serikat yang mampu menghasilkan daya dorong untuk mengalirkan air dari bawah ke atas, melawan hukum gravitasi.

Dengan spesifikasi seperti itu, Saturn V mampu mengangkut sekitar 118 ton muatan ke orbit Bumi, atau lebih dari enam unit bus Transjakarta gandeng merk Scania. Sedangkan pada misi ke Bulan, ia bisa membawa muatan sebesar 43,5 ton, atau sekitar dua unit bus Transjakarta yang bobot kosongnya lebih dari 19 ton itu.

Lahir untuk Misi Apollo

Saturn V dikembangkan di fasilitas NASA bernama Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, Amerika Serikat. Ia merupakan satu dari tiga seri roket Saturn yang dikembangkan oleh lembaga antariksa itu. Selain Saturn V, ada Saturn I dan Saturn IB yang digunakan untuk meluncurkan manusia ke orbit Bumi.

Pada 9 November 1967 Saturn V sukses untuk diluncurkan pertama kali dalam bagian dari misi Apollo 4. Kemudian, pada 1968, ia kembali berhasil mengudara sebagai bagian dari misi Apollo 6. Patut diketahui bahwa dua peluncuran tersebut tak melibatkan awak sama sekali, dan lebih sebagai uji coba terhadap Saturn V.

Apollo 8 menjadi misi pertama roket tersebut yang melibatkan awak. Saat itu, para astronot yang tergabung di dalamnya berhasil mengorbit Bulan, tentu tanpa menginjakkan kaki di sana. Lalu, pada misi Apollo 9 dan Apollo 10, Saturn V terlibat dalam pengiriman wahana antariksa ke satelit alami Bumi itu.

Apollo 11 menjadi tonggak sejarah bagi Saturn V dan NASA setelah roket tersebut berhasil membawa Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menginjakkan kaki di permukaan Bulan. Hal serupa sukses diulangi oleh roket tersebut pada misi Apollo 12, Apollo 14, Apollo 15, Apollo 16, dan Apollo 17.

Bagi yang menyadari absennya Apollo 13 di atas, itu bukan berarti NASA tidak menggunakan angka tersebut dengan alasan 'nomor sial'. Sejatinya memang ada misi Apollo 13, namun terdapat kendala dalam pelaksanaannya sehingga astronot yang terlibat dalam misi tersebut gagal mendarat di Bulan. Kendalanya sendiri tidak berasal dari Saturn V, namun pada wahana antariksa Apollo.

Setelah makan asam garam dalam perjalanan ke Bulan, Saturn V menyudahi kariernya dengan meluncurkan stasiun luar angkasa Skylab ke orbit Bumi pada 1973. Sampai saat ini, belum ada satu pun roket yang mengalahkannya dalam hal kekuatan yang dihasilkannya.

Untuk sekarang, titel roket terkuat sejagat yang masih beroperasi berada di tangan Falcon Heavy milik SpaceX. Perusahaan antariksa yang dipimpin Elon Musk itu juga diketahui tengah menyiapkan Starship, roket yang digadang-gadang bakal mengalahkan kekuatan dari Saturn V. 

 

 

Editor : RRMedia
Sumber : detik.com
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :