Diserbu Calon Siswa Baru, SMA Negeri 1 Kuantan Mudik, Batasi Kuota PPDB

Diserbu Calon Siswa Baru, SMA Negeri 1 Kuantan Mudik, Batasi Kuota PPDB

TELUK KUANTAN, RanahRiau.com- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, SMA favorit diserbu orang tua untuk mendafarkan anaknya masuk ke sekolah tersebut melalui jalur reguler dan online. Seperti halnya SMA Negeri 1 Kuantan Mudik yang telah membatasi jumlah PPDB dengan jumlah maksimal 216 Siswa baru.

Keterangan yang dihimpun RanahRiau.com, Selasa (9/7/2019), SMA Negeri 1 Kuantan Mudik, termasuk yang paling diminati. Jumlah pendaftar di SMA Negeri ini sudah melebih daya tampung kelas yang ada, yaitu sebanyak 225 calon siswa baru. Sementara sekolah membatasi jumlah penerimaan siswa baru sebanyak 216 siswa saja.

 

Meski demikian, pelaksanaan PPDB di SMA Negeri 1 Kuantan Mudik tidak ada kendala yang dialami orang tua siswa. "Kita bersyukur pelaksanaan PPDB berlangsung lancar dan tidak ada kendala yang berarti dihadapi orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya ke sekolah," ujar Kepala SMA Negeri 1 Kuantan Mudik, Aprinedi, S.Pd. MM kepada media ini Selasa kemarin.

"Kami dari pihak sekolah dalam melaksanakan PPDB tetap perpedoman pada sistem zonasi. Sepanjang siswa memenuhi persyaratan yang diminta wajib diterima. Dengan demikian, pelaksanaan PPDB di sekolah ini tidak akan bermasalah," ulasnya

Kata Aprinedi, Ada tiga kriteria Penerimaan Peserta Didik Baru tersebut, yang pertama katanya adalah berdasarkan Zonasi yaitu 90 persen, kemudian prestasi 5 persen, dan karena mengikuti orang tua 5 persen.

Jumlah pendaftaran di SMA Negeri 1 ini sudah melebihi daya tampung kelas yang tersedia. Seperti, daya tampung hanya 216 siswa, Sementara yang mendaftar sebanyak 225 orang. "Saat ini kita belum bisa memastikan berapa jumlah siswa baru nantinya, soalnya sekarang masih tahap pendaftaran ulang. Mungkin bisa saja berubah jumlahnya, Karena sebagian juga ada yang mendaftar di dua sekolah. Kita tunggu saja selesai pendaftaran ulangnya, Karena pendaftaran ulang ini sudah dijadwalkan dari tanggal 9 hingga 11 Juli 2019," ucapnya

Pimpinan Sekolah sehat tingkat nasional yang nominasinya 10 terbaik di seluruh Indonesia itu menambahkan, Selaku kepala sekolah, Dirinya menegaskan Pihaknya akan mengutamakan pelamar atau pendaftar tempat tinggalnya berada di sekitar lingkungan sekolah kecuali bagi siswa berprestasi. Hal ini dilakukan sesuai dengan PPDB sistem zonasi.

"Kita dalam menerima siswa baru mengutamakan pelamar yang tempat tinggalnya masuk dalam zonasi sekolah dengan dibukti melalui KPP, dan e-KTP orangtua siswa bersangkutan. Bagi siswa yang tempat tinggal di luar zona sekolah sebaiknya ditolak agar tidak menimbulkan masalah," ujarnya.

Masih menurut Aprinedi, Jumlah murid yang keluar dari sekolah atau yang menamatkan pendidikannya tahun ini berjumlah 179 orang, Sementara calon siswa baru yang mendaftar sebanyak 225 orang.

"Untuk murid SMA itu kapasitas normalnya hanya 25 hingga 36 orang setiap lokal. Maka kita membatasi kuota penerimaan siswa baru tahun ini dengan maksimal 216 orang," ujar Aprinedi merincikan

Aprinedi berharap kepada siswa baru yang diterima di SMA ini nantinya, untuk lebih fokus meningkatkan prestasi dibidang akademis untuk kemampuan individu, begitu juga dengan non akademis.

Reporter : Eki Maidedi

 

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :