ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

Tim mahasiswa UNRI buat Peta Indikasi Geografis, informasi batas Intrusi Air Laut yang Mencemari Air

Tim mahasiswa UNRI buat Peta Indikasi Geografis, informasi batas Intrusi Air Laut yang Mencemari Air

Pekanbaru, RanahRiau.com- Tiga mahasiswa Universitas Riau didampingi oleh Dr. Nur Islami, S.Si, M.T lakukan penelitian terhadap zona terinterusi air laut di sejumlah titik yang tersebar di Kota Dumai. Penelitian ini berhasil menciptakan peta indikasi geografis sebagai informasi bagi masyarakat sekitar untuk mengetahui batas interusi air laut yang telah mencemari air bersih di Kota Dumai.

Kegiatan berbasis penelitian ini telah berhasil didanai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dalam ajang ini, Nurul Azizah, Nadya Hari Pratiwi dan Annisa Permata Islami berangkat dari permasalahan adanya eksploitasi tanah berlebihan yang telah mengakibatkan intrusi air laut pada akuifer di daerah pantai. Hal ini ditunjukkan dengan semakin bertambahnya sumur penduduk yang berubah menjadi payau. Intrusi air laut menimbulkan dampak yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti penurunan kesuburan tanah, kerusakan bangunan, dan mengganggu kesehatan apabila di konsumsi setiap harinya.

Nurul menjelaskan, pembuatan peta indikasi geografis pada Kota Dumai digunakan untuk mengetahui zona jenuh air dan interface air laut dengan air tawar agar diketahui zona air yang layak digunakan sehari-hari. Pembuatan peta indikasi geografis dilakukan menggunakan survey Geoelectrical Resistivity untuk mengetahui zona akuifer, ketebalan, dan kedalamannya.

“Sedangkan peta indikasi geografis itu sendiri adalah tanda yang mengidentifikasikan suatu kawasan di dalam wilayah terkait asal, reputasi, kualitas, dan karakteristik yang sangat ditentukan oleh faktor geografis salah satunya adalah interusi. Dan untuk pengolahan data sudah dilakukan dengan menggunakan metode Konfigurasi Schlumberger (1D) dan Wenner (2D),” sambung Nadya.

“Bukan hanya untuk kota Dumai, penelitian ini juga akan sangat bermanfaat untuk seluruh kota yang mengalami kasus yang sama terkait interusi sehingga mencemari keberadaan air bersih. Harapannya dengan penelitian yang telah dilakukan, dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat  agar dapat menikmati air bersih dan jauh dari penyakit.” tutur Annisa.
   

 

Reporter : FES

 

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :