# SYAIR
-
Puisi tentang Diam: Arum, karya Jeki
Arum Oleh: Jeki sorot mata redup namun, lengkung bibir ke atas langkah tertatih tapi, tetap -
Puisi tentang Parenting: Menyemai Edelweis, karya Susi FN
Menyemai Edelweis Oleh: Susi FN Langit jingga, Seorang ayah pulang Wajah lelah namun -
Puisi tentang Penantian: Musim Berebut Waktu, karya Loym R. Sitanggang
Musim Berebut Waktu Oleh: Loym R. Sitanggang sepenuh jiwa aku menunggu bisik kabut yang -
Puisi tentang Batavia: Perebutan Pesisir Utara, karya R-tien
Perebutan Pesisir Utara Oleh: R-tien Sungai Ciliwung pesisir Utara Saksi bisu perebutan -
Puisi tentang Refleksi: Tubuh yang Bercahaya, karya Galuh Duti
Tubuh yang Bercahaya Oleh: Galuh Duti lihatlah peluh di pelipis adakah tersisa -
Puisi tentang Rumah; Tangisan Ruh di Bawah Loteng, karya Kairan Hanafi
Tangisan Ruh di Bawah Loteng Oleh: Kairan Hanafi Menatap langit rumah yang dingin aku -
Puisi tentang Batavia: Warisan Derita, karya Yehezkiel
Warisan Derita Oleh: Yehezkiel Hamparan pasir nan indah, lambaian kelapa ikut -
Puisi tentang Rumah: Yang Iri pada Bintang, karya Qurnia Ramadhayanti
Yang Iri pada Bintang Oleh: Qurnia Ramadhayanti ia berjalan, menelusuri rembulan Ditemani -
Puisi tentang Rumah: Surga Lazuardi, karya Harun Al Rasyid
Surga Lazuardi Oleh: Harun Al Rasyid Di bawah jendela sukma yang mengembun Di atas tanah yang -
Puisi tentang Rumah: Tiang yang hampir Rebah, karya Batu Karang
Tiang yang Hampir Rebah Oleh: Batu Karang Derit jerit nyanyian jendela usang Pada bangunan
.jpeg)








.jpeg)

