# SYAIR
-
Puisi tentang Kakek: Setelah Dia Tiada, karya Jusmaniar Dly
Setelah Dia Tiada Oleh: Jusmaniar Dly Engkau teladan hidup tempat belajar menuntut ilmu Aku -
Puisi tentang Puisi: Mantra Pohon Puisi, karya Rubaida Rose
Mantra Pohon Puisi Oleh: Rubaida Rose Kusambut tawa hujan di bawah pohon puisi yang -
Puisi tentang Puisi: Selasar Pulang, karya Hafizha Nabilah Zhafarina
Selasar Pulang Oleh: Hafizha Nabilah Zhafarina Baris-baris suaka tanpa dinding tempat keluh -
Puisi tentang Nuh: Nama yang Hanyut, karya Joyce Arifin
Nama yang Hanyut Oleh: Joyce Arifin ayah seru namaku dengan suara kayu aku jawab dengan -
Puisi tentang Cinta: Arus Dua Dunia, karya Hafizha Nabilah Zhafarina
ARUS DUA DUNIA Oleh: Hafizha Nabilah Zhafarina Di ambang langit, Adam Hawa melepas jubah -
Puisi tentang Masa Kecil: Permen Gulali, karya Amalia Ramadanti
Permen Gulali Merah Oleh: Amalia Ramadanti Adzan zuhur jatuh di atap mushola. Mengawali tawa -
Puisi tentang Diri Sendiri: Keyboard Diri, karya Rakhmanoen
Keyboard Diri Oleh: Rakhmanoen aku serupa tombol spasi memberi jeda antarkata ketika -
Puisi tentang Legenda: Danau Toba, karya Junaidah Sidabalok
Danau Toba Oleh: Junaidah Sidabalok Sejauh mata memandang, kau tak habis -
Puisi tentang Sayuran: Amaranthus, karya Kartika Eka Hesti
Amaranthus Oleh: Kartika Eka Hesti Di pinggiran rumah yang mungil Engkau tumbuh begitu -
Puisi tentang Bencana Sumatera 2025: Retakan Pintu Langit, karya Syalmiah
Retakan Pintu Langit Oleh: Syalmiah subuh mengubur bayang Aceh, Sumatra mengeja luka bencana











