# SYAIR
-
Puisi tentang Renungan: Tobat, Karya Bias Senja
Tobat Oleh: Bias Senja pada telungkup tadah ada untaian doa paling -
Puisi tentang Jiwa: Aurora Jiwa, Karya Muhammad Idzi Zindani
Aurora Jiwa Oleh: Muhamad Idzi Zindani Aurora jiwa, rahmat tercurah, Hatiku tenang, beban -
Puisi tentang Usia: Sukma, 59 Tahun, Karya Ratna Asiawati
Sukma, 59 Tahun Oleh: Ratna Asiawati Semangatmu tak pernah redup semerah stroberi yang -
Puisi tentang Pengkhianatan: Topeng, Karya Wangi
Topeng Oleh: Wangi dunia penuh sesak ilusi tanpa kenal kawan-lawan, topeng -
Puisi tentang Kenangan: Jejak Bayang, Karya Aprilia Sari
Jejak Bayang Oleh: Putri Aprilia Sari Di antara bayang-bayang waktu Ada sosok yang takkan -
Puisi tentang Kehilangan: Surat untuk D, Karya Ikasari Mayar
Surat untuk D Oleh: Ikasari Mayar D, tahukah kau? Di antara ribuan bintang kau paling -
Puisi tentang Kehilangan: Surat untuk D, Karya Ikasari Mayar
Surat untuk D Oleh: Ikasari Mayar D, tahukah kau? Di antara ribuan bintang kau paling -
Puisi tentang Kesunyian: Sunyi, Karya Nisa
Sunyi Oleh: Nisa Sunyi yang mendalam Menghanyutkan jiwa ke dalam Kegelapan yang pekat Tidak -
Puisi tentang Luka: Puisi Mengobati Luka, Karya Hajriah RE
Puisi Mengobati Luka Oleh: Hajriah RE Semilir angin menerpa daun, luruh ke -
Puisi tentang Renungan: Satu Bintang, Tujuh Cahaya, Karya Syalmiah
Satu Bintang, Tujuh Cahaya Oleh: Syalmiah jalan Kenanga, rumah sederhana berdiri ia, arsitek











