# SASTRA
-
Puisi tentang Puisi: Mengapa Aku Menulis, Karya Kingra
Mengapa Aku Menulis : untuk Asqalani yang bertanya di AIS Oleh: Kingra Karena debu ingatan -
Puisi tentang Kesucian: Hunian Surga, Karya Wangi
Hunian Surga Oleh: Wangi senja bersemi di batas khatulistiwa, bersua dalam tahta -
Puisi tentang Filsafat: Jumat Tanpa Wanita, Karya Wahyu Mualli Bone
Jum'at Tanpa Wanita Oleh: Wahyu Mualli Bone Tujuh jumlah hari Disebut terlalu panjang di -
Puisi tentang Hakikat: Sang Lisanul Hikmah dan Debu di Pinggiran Bandung, Karya St. Alifatul Luthfiy
Sang Lisanul Hikmah dan Debu di Pinggiran Bandung Oleh: St. Alifatul Luthfiyah Matahari -
Puisi tentang Asa: Asaku Berbalut Mimpi, Karya Joyce Arifin
Asaku Berbalut Mimpi Oleh: Joyce Arifin dulu, kenangan membawaku meniti waktu, mundur -
Membandingkan Pengaruh Denny JA, Chairil Anwar dan Sapardi DD dalam Sastra Indonesia
Membandingkan Pengaruh Denny JA, Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono dalam Sastra -
Puisi tentang Emosi: Ruang Puisi, Karya Yuhe
Ruang Puisi Oleh: Yuhe Aku dibilang kepala batu, pembakang Aku dibuli, diviralkan -
Puisi tentang Harapan: Keputusasaan, karya Adrian Maulana
Keputusasaan Oleh: Adrian Maulana Aku dan mentari bangkit dari ketiadaan sementara Untuk -
Puisi tentang Kehilangan: Nasihat yang Tak Pernah Dilihat, Karya Kia Roe
Nasihat yang Tak Pernah Dilihat Oleh: Kia Roe Jika, Ilmi tak lagi berfungsi Jasa tiada -
Puisi tentang Puisi: Mutiara yang Nyata, Karya Airsita
Mutiara yang Nyata Oleh: Airsita Mutiara ilmu bagai sumber mata air yang jernih. Aku dahaga



.jpg)



.jpeg)



