# PROSA
-
Puisi tentang Refleksi: Tubuh yang Bercahaya, karya Galuh Duti
Tubuh yang Bercahaya Oleh: Galuh Duti lihatlah peluh di pelipis adakah tersisa -
Puisi tentang Rumah; Tangisan Ruh di Bawah Loteng, karya Kairan Hanafi
Tangisan Ruh di Bawah Loteng Oleh: Kairan Hanafi Menatap langit rumah yang dingin aku -
Puisi tentang Batavia: Warisan Derita, karya Yehezkiel
Warisan Derita Oleh: Yehezkiel Hamparan pasir nan indah, lambaian kelapa ikut -
Puisi tentang Rumah: Yang Iri pada Bintang, karya Qurnia Ramadhayanti
Yang Iri pada Bintang Oleh: Qurnia Ramadhayanti ia berjalan, menelusuri rembulan Ditemani -
Puisi tentang Rumah: Surga Lazuardi, karya Harun Al Rasyid
Surga Lazuardi Oleh: Harun Al Rasyid Di bawah jendela sukma yang mengembun Di atas tanah yang -
Puisi tentang Rumah: Tiang yang hampir Rebah, karya Batu Karang
Tiang yang Hampir Rebah Oleh: Batu Karang Derit jerit nyanyian jendela usang Pada bangunan -
Puisi tentang Rumah: Kembali Hidup, karya Zara Risanda
Kembali Hidup Oleh: Zara Risanda Tetes hujan menghantam atap serupa derap -
Puisi tentang Rumah: Jendela Waktu, karya Thatie Lisya
Jendela Waktu Oleh: Thatie Lisya Tebar pesona di langit atap Bergeming di setiap nada Atap -
Puisi tentang Keteguhan: Anjing Tunaikan Gonggongan, karya Esti Rusia
Anjing Tunaikan Gonggongan Oleh: Esti Rusia pada kamar itu; saksi dari segala yang -
Puisi tentang Kenangan: Jejak yang Tertinggal, karya Lilis Setyawati
Jejak yang Tertinggal Oleh: Lilis Setyawati Hembusan angin menerpa hati yang





.jpeg)





