# PROSA
-
Puisi tentang Masa Kecil: Permen Gulali, karya Amalia Ramadanti
Permen Gulali Merah Oleh: Amalia Ramadanti Adzan zuhur jatuh di atap mushola. Mengawali tawa -
Puisi tentang Diri Sendiri: Keyboard Diri, karya Rakhmanoen
Keyboard Diri Oleh: Rakhmanoen aku serupa tombol spasi memberi jeda antarkata ketika -
Puisi tentang Legenda: Danau Toba, karya Junaidah Sidabalok
Danau Toba Oleh: Junaidah Sidabalok Sejauh mata memandang, kau tak habis -
Puisi tentang Bencana Sumatera 2025: Retakan Pintu Langit, karya Syalmiah
Retakan Pintu Langit Oleh: Syalmiah subuh mengubur bayang Aceh, Sumatra mengeja luka bencana -
Puisi tentang Healing: Setangkai Kembang Ganyong, karya Dwita Utami
SETANGKAI KEMBANG GANYONG Oleh: Dwita Utami Di antara ribuan cerita yang pernah datang Ada -
Puisi tentang Kenangan: Renjana Asa di Sungai Ingatan, karya Loym R. Sitanggang
Renjana Asa di Sungai Ingatan Oleh: Loym R. Sitanggang kunamai dia kenang tak -
Puisi tentang Cinta: Sinar Mentari, karya Ibune Daniel
Sinar Mentari Oleh: Ibune Daniel Setiap saat mentari terbit di ufuk timur Sinar memancar -
Puisi tentang Jiwa: Rahasia Suci Pada Waktunya, karya Esti Rusia
Rahasia Suci Pada Waktunya Oleh: Esti Rusia terlipat rapat di sudut gua tipis kulit pudarkan -
Puisi tentang Ibu: Senja Kita Berbagi Rahasia, karya Tri Suci Handa Yani
Senja Kita Berbagi Rahasia Oleh: Tri Suci Handa Yani Di bawah langit yang menua warna, -
Puisi tentang Ibu: Ibu dalam Setiap Langkah, karya An Nuna
Ibu dalam Setiap Langkahku Oleh: An Nuna Detik jadi menit, Menit jadi jam, Jam menyatukan








.jpg)
.jpeg)

