# COMPETER
-
Puisi tentang Suasana: Cengkerama Pagi, karya Hajriah RE
Cengkerama Pagi Oleh: Hajriah RE Mulai pukul empat pagi, riuh suara pecah sunyi Bersahutan -
Puisi tentang Tembok: Yang Tidak Tercatat dalam Sejarah, karya Setiabasa
Yang Tidak Tercatat Dalam Sejarah Oleh: Setiabasa Di utara Inggris, batu-batu -
Puisi tentang Refleksi: Kau Tak Asing, karya Syalmiah
Kau Tak Asing Oleh: Syalmiah bila kau kembali pada waktu ini padaku hatimu, bayangmu, -
Puisi tentang Kenangan: Cipta Bahagia, karya Hajriah RE
Cipta Bahagia Oleh: Hajriah RE Jalan itu masih sama seperti dulu Saat kaki melangkah -
Puisi tentang Rindu: Suket Ing Ngarepe Wengi, karya Eny Kusumawati
Suket Ing Ngarepe Wengi Oleh: Eny Kusumawati Di hadapan malam sunyi, angin merayap -
Puisi tentang Hidup: Di Antara yang Tersisa, karya Nurianis Dahlan
Di Antara Yang Tersisa Oleh: Nurianis Dahlan Malam belajar bernapas pelan aku -
Puisi tentang Penjara: Tanpa Kidung Pujaan, karya Sri Rahayu WPC
Tanpa Kidung Pujaan Oleh: Sri Rahayu WPC Waktu berlalu cepat Di dalam sel, ia hanya manusia -
Puisi tentang Pencarian: Si Pengembara, karya Junaidah Sidabalok
Si Pengembara Oleh: Junaidah Sidabalok Aku tak sempat ditimang ayah Ibu yang -
Puisi tentang Bencana Sumatera 2025: Retakan Pintu Langit, karya Syalmiah
Retakan Pintu Langit Oleh: Syalmiah subuh mengubur bayang Aceh, Sumatra mengeja luka bencana -
Puisi tentang Filosofi: Meraba Sajak Tegar, karya Putri Hidayanti Nasution
Meraba Sajak Tegar Oleh: Putri Hidayanti Nasution di pucuk-pucuk angkasa, langit pelan suara.





.jpeg)





