# ASQ
-
Puisi tentang Ibu: Ibu dalam Setiap Langkah, karya An Nuna
Ibu dalam Setiap Langkahku Oleh: An Nuna Detik jadi menit, Menit jadi jam, Jam menyatukan -
Puisi tentang Penantian: Musim Berebut Waktu, karya Loym R. Sitanggang
Musim Berebut Waktu Oleh: Loym R. Sitanggang sepenuh jiwa aku menunggu bisik kabut yang -
Puisi tentang Batavia: Perebutan Pesisir Utara, karya R-tien
Perebutan Pesisir Utara Oleh: R-tien Sungai Ciliwung pesisir Utara Saksi bisu perebutan -
Puisi tentang Rumah: Kembali Hidup, karya Zara Risanda
Kembali Hidup Oleh: Zara Risanda Tetes hujan menghantam atap serupa derap -
Puisi tentang Rumah: Jendela Waktu, karya Thatie Lisya
Jendela Waktu Oleh: Thatie Lisya Tebar pesona di langit atap Bergeming di setiap nada Atap -
Puisi tentang Keteguhan: Anjing Tunaikan Gonggongan, karya Esti Rusia
Anjing Tunaikan Gonggongan Oleh: Esti Rusia pada kamar itu; saksi dari segala yang -
Puisi tentang Kenangan: Jejak yang Tertinggal, karya Lilis Setyawati
Jejak yang Tertinggal Oleh: Lilis Setyawati Hembusan angin menerpa hati yang -
Puisi tentang Orang Kecil: Sarang Laba-laba, karya Harni Soe
Sarang Laba-laba Oleh: Harni Soe Lelaki itu tampak lelah Di samping masjid Dengan -
Puisi tentang Penulis: Sajak yang Diterpa Cerca
Sajak yang Diterpa Cerca Oleh: Imas Mulyati Kutata kata jauh di relung jiwa; sepanjang lorong -
Puisi tentang Gulma: Mantra dalam Gulma, karya Galuh Duti
Mantra dalam Gulma Oleh: Galuh Duti angin mengembus jatuh biji anting-anting di atas
.jpeg)








.jpeg)

