Banjir Melanda Kecamatan Keritang dan Kecamatan Kemuning Inhil

Banjir Melanda Kecamatan Keritang dan Kecamatan Kemuning Inhil

Kondisi banjir saat ini

INHIL,Ranahriau.com- Banjir melanda desa Kuala Keritang, Kecamatan Keritang, sampai dengan Desa Talang Jangkang Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (19/12/2018) pagi.


Banjir yang terjadi dikarenakan meluapnya dua sungai besar yang mengapit dua Desa tersebut, bahkan tingginya air sdh menggenangi beberapa titik ruas jalan Provinsi di wilayah desa itu yang mengakibatkan jalan sulit untuk di lalui karena kondisi jalan tersebut sampai sekarang belum beraspal.

Selain dua sungai tersebut yang harus di lakukan Normalisasi masih ada Sungai Akar di desa Sencalang Kecamatan Keritang yang juga harus segera di lakukan Normalisasi, karna Masyarakat di Desa Sencalang tidak dapat lagi bercocok tanam akibat banjir tersebut.

"Sungai Reteh dan Sungai Keritang memang sudah seharusnya dilakukan normalisasi dan ini sudah saya usulkan melalui Kepala Bidang SDA di PUPR Provinsi Riau, Alhamdulillah menurut Kabid SDA bahwa pemerintah memang sudah berencana untuk melalukan normalisasi sungai-sungai yang ada di sepanjang Sungai Gangsal bahkan ada 6 Sungai disepanjang Sungai Gangsal yang sudah saya kirimkan datanya kepada Pihak Dinas PUPR trrsebut, hanya kita tidak tahu apakah realisasinya di tahun 2019 atau 2020," kata anggota DPRD Riau Dapil Inhil, Musyaffak Asikin kepada awak media saat diwawancara.

Akibat banjir tersebut masyarakat mengalami gagal panen, khusus pada tanaman jagung masyarakat mengalami kerugian yang diperkirakan sampai ribuan ton, selain gagal panen tidak sedikit pula perkebunan kelapa sawit maupun perkebunan kelapa biasa milik masyarakat yang rusak.

"Banjir seperti sekarang sudah sering terjadi namun tahun ini merupakan banjir terparah, harapan masyarakat salah satu cara untuk mengatasi banjir tersebut ialah dengan cara melakukan normalisasi terhadap kedua sungai tersebut,"lanjutnya.

Mewakili masyarakat Musyaffak Asikin berharap Sungai Reteh dan Sungai Keritang tersebut dapat direalisasikan di tahun 2019, sehingga banjir seperti ini tidak terjadi lagi.INHIL,Ranahriau.com- Banjir melanda desa Kuala Keritang, Kecamatan Keritang, sampai dengan Desa Talang Jangkang Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (19/12/2018) pagi.

Banjir yang terjadi dikarenakan meluapnya dua sungai besar yang mengapit dua Desa tersebut, bahkan tingginya air sdh menggenangi beberapa titik ruas jalan Provinsi di wilayah desa itu yang mengakibatkan jalan sulit untuk di lalui karena kondisi jalan tersebut sampai sekarang belum beraspal.

Selain dua sungai tersebut yang harus di lakukan Normalisasi masih ada Sungai Akar di desa Sencalang Kecamatan Keritang yang juga harus segera di lakukan Normalisasi, karna Masyarakat di Desa Sencalang tidak dapat lagi bercocok tanam akibat banjir tersebut.

"Sungai Reteh dan Sungai Keritang memang sudah seharusnya dilakukan normalisasi dan ini sudah saya usulkan melalui Kepala Bidang SDA di PUPR Provinsi Riau, Alhamdulillah menurut Kabid SDA bahwa pemerintah memang sudah berencana untuk melalukan normalisasi sungai-sungai yang ada di sepanjang Sungai Gangsal bahkan ada 6 Sungai disepanjang Sungai Gangsal yang sudah saya kirimkan datanya kepada Pihak Dinas PUPR trrsebut, hanya kita tidak tahu apakah realisasinya di tahun 2019 atau 2020," kata anggota DPRD Riau Dapil Inhil, Musyaffak Asikin kepada awak media saat diwawancara.

Akibat banjir tersebut masyarakat mengalami gagal panen, khusus pada tanaman jagung masyarakat mengalami kerugian yang diperkirakan sampai ribuan ton, selain gagal panen tidak sedikit pula perkebunan kelapa sawit maupun perkebunan kelapa biasa milik masyarakat yang rusak.

"Banjir seperti sekarang sudah sering terjadi namun tahun ini merupakan banjir terparah, harapan masyarakat salah satu cara untuk mengatasi banjir tersebut ialah dengan cara melakukan normalisasi terhadap kedua sungai tersebut,"lanjutnya.

Mewakili masyarakat Musyaffak Asikin berharap Sungai Reteh dan Sungai Keritang tersebut dapat direalisasikan di tahun 2019, sehingga banjir seperti ini tidak terjadi lagi.
 
Reporter: Yan 

Editor : Yanda
Komentar Via Facebook :