Musim Hujan 2026-2027 Mundur, BMKG: 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM – Warga Indonesia diminta bersiap menghadapi musim hujan 2026-2027 yang diprediksi datang lebih lambat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan di 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen wilayah Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologis.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) di sekitar wilayah Indonesia. Kedua fenomena tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan.
BMKG memprediksi sejumlah wilayah baru memasuki musim hujan pada November 2026. Wilayah tersebut mencakup sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, sebagian kecil NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, serta sebagian Papua Selatan.
Sementara pada Desember 2026, musim hujan diperkirakan mulai terjadi di sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.
Kondisi ini membuat sebagian wilayah Indonesia harus menghadapi periode lebih panjang dengan curah hujan relatif rendah sebelum memasuki musim penghujan.
BMKG mengingatkan masyarakat dan berbagai sektor untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan iklim, terutama terkait kebutuhan air, pertanian, kesehatan, serta potensi dampak kekeringan.
Musim hujan bukan batal datang. Hanya saja, di banyak wilayah Indonesia, kedatangannya diprediksi lebih lambat dari biasanya.


Komentar Via Facebook :