Lunasi Nazar, Atlet Jalur Toduang Biso Rimbo Piako Jalan Kaki dari Teluk Kuantan ke Pebaun Hilir
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Festival Pacu Jalur event Nasional 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan telah usai. Sebanyak 204 jalur terbaik bertarung selama lima hari, 19-24 Agustus. Bagi kebanyakan orang, festival usai berarti pulang dan beristirahat. Tidak bagi Rahimul.
Pemuda Desa Pebaun Hilir, Kecamatan Kuantan Mudik, yang akrab disapa Aan atau Anduang ini punya janji yang harus ditepati.
Atlet Jalur Toduang Biso Rimbo Piako itu bernazar, jika jalurnya masuk 5 besar nasional, ia akan berjalan kaki pulang dari Teluk Kuantan sejauh ±29 kilomuke kampung halamannya.
Dan Tuhan mengabulkan bisikannya. Toduang Biso Rimbo Piako berhasil merobek 204 pesaing dan finish di peringkat 5 besar di event nasional Teluk Kuantan.
Bukan juara 1, tapi bagi Aan, itu adalah jawaban doa. Janji tetap janji. " Alhamdulillah, Jalur Toduang Biso Rimbo Piako berhasil meraih peringkat 5 besar. Kendati tidak peringkat pertama, namun nazar tersebut tetap saya bayar hari ini juga," ucap Aan lirih dengan mata berkaca-kaca.
Tanpa menunggu pengumuman piala, bahkan sebelum grand final dimulai, Aan langsung berjalan. Masih dengan kostum atlet yang basah keringat, ia tinggalkan arena Tepian Narosa.
Langkahnya tertatih. Kakinya nyaris tumbang setelah 5 hari berpacu. Di belakangnya, rekan-rekan atlet mengiringi dengan sepeda motor. Lampu motor menjadi penerang satu-satunya.
Delapan jam ia habiskan di atas aspal. Melawan lelah, kantuk, dan dinginnya malam Kuansing. Tepat pukul 01.20 WIB, ia tiba di Desa Pebaun Hilir.
Kabar kedatangannya menyebar cepat. Warga yang sudah mulai terlelap berhamburan keluar rumah. Berdiri di pinggir jalan yang gelap dan dingin, menyambut anak kampung mereka.
Tangis pecah malam itu. Kepala Desa Pebaun Hilir, Alfines, tak kuasa menahan haru. "Apa yang dilakukan Aan ini tidak pernah dilakukan banyak orang. Ini pengorbanan luar biasa. Ini bukan soal juara, ini soal hati. Usaha dan doa para atlet dan seluruh masyarakat Pebaun Hilir Alhamdulillah terkabul," ujarnya dengan suara bergetar.
Malam itu, Nazar Rahimul alias Anduang lunas. Lunas dengan 29 kilometer langkah kaki, 8 jam air mata dan doa. Sebuah kebanggaan yang nilainya melebihi piala apapun untuk Pebaun Hilir.


Komentar Via Facebook :