Pedagang Merasa Diperas Retribusi, Sampah Dibiarkan Menggunung di Pasar Lubuakjambi
Kondisi pasar Lubuakjambi yang dipenuhi onggokan sampah
KUANSING - Bobrok! Itu kata paling pantas untuk Pasar Lubuk Jambi, Kuantan Mudik. Pasar yang harusnya jadi jantung ekonomi masyarakat, kini berubah jadi gunungan sampah, bau bangkai, dan sarang lalat.
Tumpukan sampah menggunung, baunya nusuk hidung sampai ke ubun-ubun. Plastik, sisa sayur busuk, limbah rumah tangga bercampur jadi satu. Pemandangan menjijikkan ini terpampang nyata di depan lapak pedagang setiap hari.
Ironisnya, di tengah tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut, pedagang mengeluh karena merasa diperas dengan retribusi. Sebab, uang retribusi tetap dipungut setiap hari dari para pedagang.
"Pedagang bayar retribusi tiap hari, tidak pernah absen. Tapi sampah ini dibiarkan menggunung. Kita mempertanyakan, kemana mengalirnya uang retribusi tersebut?" tegas salah seorang tokoh pemuda, Araz Sinaga, SH kepada media ini, Sabtu (15/8) malam.
Menurut Araz, kondisi ini bukan hanya merusak estetika pasar, tapi juga mengancam kesehatan dan kenyamanan pembeli. Jika dibiarkan, pengunjung bisa kabur dan omzet pedagang anjlok.
Pantauan di lapangan, sampah didominasi sampah plastik, sisa sayuran dan limbah rumah tangga yang menumpuk di area pembuangan sementara. Lalat berterbangan dan bau menyengat menyebar hingga ke lapak pedagang.
Persoalan ini menjadi ujian ketangkasan bagi Camat Kuantan Mudik, Januariwsman. Pasalnya, persoalan pengelolaan sampah pasar beberapa waktu lalu telah dilimpahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing kepada pihak kecamatan masing-masing.
Jika pelimpahan wewenang tidak dibarengi dengan anggaran dan armada yang jelas, maka kebijakan tersebut hanya akan menjadi pemindahan masalah, bukan solusi.
Pedagang mendesak Plt Bupati Kuansing, H. Mukhlisin untuk segera mengevaluasi kinerja dinas terkait dan camat setempat. Jangan sampai pasar yang menjadi urat nadi perekonomian rakyat ini berubah menjadi TPA dadakan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Kuantan Mudik dan DLH Kuansing belum berhasil dikonfirmasi.


Komentar Via Facebook :