Jorok! Sampah Menggunung, Banyak Warga Mengeluh Saat Berburu Takjil di Pasar Lubukjambi
Sampah menggunung di Pasar Lubuakjambi
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Tumpukan sampah di Pasar Lubukjambi, kecamatan Kuantan Mudik, sering menggunung, bahkan mencapai ±5 ton di tengah pasar, sehingga mengganggu aktivitas warga di sore hari saat berburu takjil.
Belum tahu pasti pemicu masalah ini, karena belum ada satupun dari pihak dinas lingkungan hidup maupun petugas kebersihan pasar yang bisa dikonfirmasi media ini untuk menanyakan kenapa pengangkutan sampah terhambat.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi gangguan kesehatan bagi masyarakat. Keberadaan lalat dan bau menyengat menjadi indikator buruknya sanitasi di kawasan pasar Lubuakjambi saat ini.
Gunungan sampah menjulang di Pasar Lubukjambi menjadi pemandangan rutin warga yang melintas saat berburu takjil di bulan Ramadhan. Tumpukan sampah ini muncul lantaran sudah tiga hari tidak ada pihak dari dinas yang mengangkut sampah-sampah di pasar Lubuakjambi.
Hal ini diungkapkan warga bernama Nela, saat ditemui ranahriau.com di sekitaran terminal pasar Lubuakjambi. Nela mengaku sudah tiga hari melihat tumpukan sampah tak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan.
" Kalau di sini sih 3 hari belakangan ini nggak ada yang ngangkut. Tengoklah tumpukan sampahnya sudah seperti gunung-gunung," kata Nela seraya mengacungkan jari telunjuknya ke arah tumpukan sampah.
Nela mengungkapkan, fenomena ini memang sudah biasa pasca hari pasar beberapa bulan terakhir. Sebab, kata dia, dibandingkan dengan tahun lalu tidak lah seperti sekarang ini. Dulunya selalu ada dari dinas lingkungan hidup yang rutin mengangkut sampah-sampah di pasar.
" Biasanya ada dari DLH mengangkut sampah, ini udah 3 hari nggak ada. Katanya nggak ada armadanya buat ngangkat," ungkap Nela
Selain Nela, hal senada juga diungkapkan oleh Uung yang merupakan warga setempat. Namun, Uung menjelaskan, dari yang dia ketahui, sampah-sampah ini tak kunjung diangkut hingga menimbulkan tumpukan bermula ketika mogoknya petugas kebersihan pasar beberapa waktu lalu.
"Katanya yang saya dengar, tapi nggak tahu juga bener apa nggak. Pertama itu, Terus persoalan kedua, tidak adanya armada pengangkut sampah dari dinas terkait," Jelas Uung.
Terlepas dari sejumlah persoalan yang ada, Uung menyebut tumpukan sampah ini sudah sangat mengganggu aktivitas warga, terutama akibat bau yang begitu menyengat di tengah keramaian warga pada sore hari di bulan Ramadhan.
" Baunya sangat menyengat. Padahal pasar ini setiap hari warga selalu ramai berjualan, maupun warga yang berburu takjil. Kepada pihak yang bertugas, tolonglah bekerja dengan penuh tanggungjawab" pungkasnya.


Komentar Via Facebook :